PERINGATI HUT KE-4 AFTA FOUNDATION- Beri Layanan Hukum Di Penjuru Indonesia

Hukum 00-00-0000

YOGYA (MERAPI) – Memasuki usia ke-4, Afta Foundation masih mengandalkan program bantuan hukumnya dan terus meningkatkan kinerja. Untuk itu, Afta Foundation melalui Rumah Bantuan Hukum (RBH) Yayasan Afta meluncurkan Justice for Poor People Program (JUST POP) atau Program Keadilan bagi Masyarakat Miskin.

“Untuk mendukung program tersebut RBH Yayasan Afta pada 2018 telah membuka layanan tidak hanya di DIY tetapi juga di beberapa provinsi di Indonesia, seperti Jawa Tengah antara lain Klaten, Kebumen, Magelang, Brebes dan Pati, Pacitan Jawa Timur. Bahkan sampai di luar pulau seperti Pontianak Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan seperti Palembang, Baturaja dan beberapa provinsi lainnya,” ujar Ketua Afta Foundation, Thalis Noor Cahyadi SH, Rabu (2/5).

Disebutkan, RBH Yayasan Afta pada tahun sebelumnya telah melayani ribuan para pencari keadilan di DIY dan Jawa Tengah. Selain terus bekerja sama dengan Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM, RBH Yayasan Afta melalui program Posbakum Mahkamah Agung sejak tahun 2016 telah bekerja sama dengan lebih dari 12 Pengadilan Agama (PA) di Indonesia.

Afta Foundation didirikan pada 7 April 2014 oleh para praktisi hukum, advokat dan aktivis sosial di Yogyakarta. Selama ini Afta Foundation memiliki 3 fokus program yakni pendampingan dan pengabdian masyarakat, pendidikan dan pelatihan hukum serta penelitian dan pengembangan.

Selain meluncurkan JUST POP, Afta Foundation menggelar diskusi publik di Hotel Phoenix Yogya dengan menghadirkan narasumber Marshall Pribadi, seorang Praktisi Fintech sekaligus CEO Privy ID, sebuah perusahaan penyedia issuer Digital Signature dengan mengambil tema ‘Penggunaan Digital Siginature dalam Transaksi Keuangan dan Perlindungan Hukum atas Data Konsumen’.

Dalam pemaparannya, Marshall Pribadi mencoba memperkenalkan bagaimana sistem digital signature bekerja, bagaimana sistem securutynya serta bagaimana manfaatnya bagi dunia bisnis termasuk bagi dunia hukum. Sementara Ketua Afta Foundation, Thalis Noor Cahyadi SH menerangkan, Afta Foundation sengaja menghadirkan Marshall Pribadi dalam diskusi agar para lawyer di Afta Foundation melek teknologi terutama fintech dan instrumennya, “Karena bagaimanapun seorang lawyer dituntut untuk mengerti semua aspek hukum termasuk aspek hukum fintech, digital signature sebagai bagian dari aplikasi teknologi juga harus difahami oleh para lawyer,” ujar Thalis yang juga Waketum DPP Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) ini.