TNC Kenalkan Legalpreneurship Kepada Mahasiswa UTM Bangkalan

Hukum 30-09-2017

ADALAHUKUM.COMBangkalan. “Jika anda ingin penghasilan tak terbatas, jadilah entrepreneur, dan profesi Lawyer adalah sebaik-baik entrepreneur” itulah sekelumit kalimat motivasi yang disampaikan oleh Thalis Noor Cahyadi, coach Legalpreneurship di tengah ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Keislaman (FIK) Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan Jawa Timur. Pria yang juga seorang Advokat atau Lawyer ini memberikan motivasi kepada para mahasiswa Program Studi Hukum Bisnis Syariah. Menurutnya Advokat itu adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-Undang. Jasa hukum adalah jasa yang diberikan Advokat berupa memberikan konsultasi hukum, bantuan hukummenjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela, dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum klien.

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (DPP APSI) ini juga menjelaskan bahwa lingkup jasa hukum yang begitu luas membuat seorang Advokat harus berusaha keras, terus belajar dengan giat dan berfikiran maju. Oleh karenanya Advokat adalah profesi yang mandiri (independen), dalam bekerja ia dapat menentukan penghasilannya sendiri bahkan unlimited income, karena ialah yang menentukan pekerjaaanya sendiri, menentukan jam kerjanya sendiri, dan Advokat pun melalui Lawfirmnya dapat merekrut karyawan serta melakukan usaha-usaha lain yang menunjang misalnya menjadi Konsultan Hukum Pasar Modal, Konsultan Hukum Pajak, Auditor Hukum, Mediator, Arbiter, Negosiator, Legal Drafter, Contract Drafter, Corporate Lawyer, dan sebagainya. “Bahkan profesi Lawyer adalah entrepreneur plus, kenapa? Karena Lawyer memiliki hak-hak yang diberikan negara yang tidak dimiliki entrepreneur biasa, Lawyer diberikan hak imunitas, tidak bisa dituntut secara pidana atau perdata baik di dalam maupun diluar pengadilan, Lawyer memiliki hak retensi, hak akses informasi dan Lawyer tidak bisa disamakan atau tidak identik dengan kliennya” kata Managing Partners AFTA & Brothers Lawfirm ini.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa alumni Prodi Hukum Bisnis Syariah memiliki peluang besar untuk menggeluti dunia legalpreneurship, karena perkembangan hukum bisnis syariah di Indonesia begitu pesat dan inovatif, berbagai regulasi telah diatur dan dikembangkan yang karenanya menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Sarjana Hukum Bisnis Syariah untuk memperkuat capacity building di bidang hukum bisnis syariah. “ Dunia Lawyer sangat membutuhkan sumberdaya dari Sarjana Hukum Bisnis Syariah untuk memastikan bahwa regulasi yang ada di bidang bisnis syariah dan juga implementasinya di masyarakat benar-benar sesuai prinsip-prinsip syariah, dan ini adalah kompetensi Sarjana Hukum Bisnis Syariah” ujar pengajar FEB Alma Ata University ini.

Sementara Dekan FIK Universitas Trunojoyo Madura, Dr. Indien Winarwati, SH, MH  menyambut baik legalpreneurship ini. Menurutnya, Prodi Hukum Bisnis Syariah sudah memulai untuk menyiapkan berbagai kegiatan untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dan mempersiapkan mereka ketika lulus untuk dapat bersaing dan berkiprah didalam dunia global yang kompetitif, penyiapan program Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa sebagai syarat adanya SKPI bagi calon wisudawan akan terus diperkuat. “Salah satunya adalah bekerjasama dengan APSI Jawa Timur dan Pengadilan Tinggi Agama” ujar Doktor Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya ini.

Selain acara Seminar, dalam kesempatan tersebut juga diadakan acara Pendidikan dan Pelatihan Advokat Dasar dan Mediasi, yang diisi oleh APSI Cabang Bangkalan, APSI Jawa Timur, Pengadilan Tinggi Agama dan Pengadilan Agama Bangkalan. Momen tersebut juga dilakukan Pelantikan Pengurus Cabang APSI Bangkalan oleh Ketua APSI Jawa Timur.